Akhir pekan lalu, saya menghadiri acara yang diberi nama WOW – Women do Wonders. Sebuah kolaborasi antara STAR Media Group dan AirAsia, bersamaan dengan Hari Wanita Internasional, acara tersebut menyoroti dan mendukung kesetaraan gender.

Selama sebulan, STAR media telah mengundang wanita sukses dari berbagai bidang untuk berbagi cerita. Ikon-ikon ini termasuk mantan Menteri Perdagangan Internasional dan Direktur Non-Eksekutif Independen Air Asia X Tan Sri Rafidah Aziz, CEO Air Asia X Aireen Omar, dan teman baik saya Maria Cordero, artis terkenal dari Hong Kong.

Setiap cerita yang dibagikan di acara itu sangat menarik. Saya terutama tergerak oleh kisah Maria: ayahnya meninggal saat dia berusia 11 tahun, jadi Maria tidak punya pilihan selain mulai bekerja pada usia muda. Setelah uji coba dan kesengsaraan yang tak terhitung jumlahnya, dia menjadikan dirinya kondang di industri hiburan. Saya sangat terkesan dengan keteguhan dan tekadnya.

Sebagai seorang wanita, saya bangga mengatakan bahwa wanita sering dianugerahi kekuatan, kekuatan keibuan yang membantu mereka berkembang bahkan dalam situasi yang paling keras sekalipun. Sangat ironis bahwa kita sering dianggap “lemah dan membutuhkan perlindungan”! Sejak berdirinya gerakan feminis, sebenarnya kita hanya ingin dihormati sebagai manusia yang setara dan diberi hak yang sama. Hak yang diakui oleh hukum, dan oleh masyarakat.

Sebagai pemimpin MONSPACE, saya tidak pernah menggunakan identitas saya sebagai perempuan untuk memimpin. Saya ingin orang menganggap saya sebagai “pemimpin besar”, bukan hanya “pemimpin wanita hebat”. Berbisnis selama bertahun-tahun telah membantu saya mendapatkan pemahaman mendalam tentang hal yang harus dilalui semua wanita untuk berada di tempat yang sama dengan pria. Isu seperti diskriminasi gender dan upah yang rendah tetap ada. Oleh karena itu apapun yang kita lakukan dengan lebih baik daripada wanita di era sebelumnya tidaklah cukup selama ketidaksetaraan gender masih ada, kita harus melakukan bagian kita demi persaudaraan, dan demi membantu memerangi masalah ini.

Saya ingin mendorong setiap orang untuk mulai memperhatikan kesetaraan gender. Ingat, deklarasi hak asasi manusia dengan jelas menyatakan bahwa tidak ada perempuan yang harus menghadapi diskriminasi. Mari bekerjasama untuk mewujudkannya bagi generasi penerus kita!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *